preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENYEMBUHKAN YANG PAHIT DARI AKARNYA

7 Jun 2026

[2Raj. 2 & 3] [Yoh. 11:1-16] [Mzm. 122] [Ams. 22:17-21]

(2 Raja-raja 2:19-22) 

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa di mana hidup terasa berjalan dengan  
baik di luar, tetapi ada sesuatu yang “mati” di dalamnya. Hal ini persis seperti kondisi kota Yerikho yang diceritakan dalam teks hari ini. Para penduduk kota datang kepada Nabi Elisa dan berkata, "Letak kota ini baik... tetapi airnya buruk dan di negeri ini sering ada keguguran bayi" (ay. 19). Walaupun Yerikho nampak dari luar mempunyai posisi strategis dan pemandangan yang indah, tetapi ada krisis fatal yang tidak terlihat dari luar: mata airnya beracun.  

Secara psikologis, keadaan Yerikho mencerminkan kondisi kepahitan emosional yang sering kita alami. Kita mungkin memiliki karier yang sukses, pelayanan yang aktif, atau  
keluarga yang tampak harmonis dari luar. Namun, di dalam hati, ada "mata air" yang terkontaminasi oleh trauma masa lalu, kekecewaan mendalam, atau luka yang belum  
selesai. Dalam bahasa Ibrani, kata air yang "buruk" menggunakan kata "ra’im", yang berarti jahat atau merusak. Kepahitan di dalam hati adalah racun ra'im yang merusak kesehatan mental, merenggut sukacita, dan membuat buah-buah kehidupan kita "gugur" sebelum  
waktunya.  

Elisa tidak mencoba membersihkan ujung aliran air, dia meminta sebuah pinggan baru berisi garam ("melakh"), lalu pergi langsung ke mata airnya dan melemparkan garam itu di sana (ay. 21). Ini adalah pesan teologis yang sangat kuat: pemulihan tidak bisa dilakukan dengan menyembunyikan atau memoles gejala di luar, melainkan harus menyembuhkan akarnya. Garam dalam tradisi Alkitab melambangkan perjanjian kesetiaan Allah yang tidak pernah berubah.  

Ketika kita membawa luka dan kepahitan kita langsung ke hadapan Tuhan melalui doa yang jujur dan penyerahan diri, maka kita sedang mengizinkan "garam" kasih karunia-Nya menyentuh bagian paling sakit dalam hidup kita. Tuhan tidak membuang diri kita yang rusak; Dia memilih untuk memulihkannya. 

Firman-Nya hari ini tegas: "Telah Ku-sehatkan ("ripiti"—Aku sembuhkan) air ini, tidak akan terjadi lagi kematian atau keguguran bayi." (ay. 21). Penyembuhan dari kepahitan dimulai saat kita berhenti berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Hari ini, mari bawa setiap "mata air" yang pahit di dalam hati kita—baik itu dendam, rasa bersalah, atau kekecewaan kepada orang lain—ke hadapan Tuhan Yesus, Sang Sumber Air Hidup. Izinkan janji dan pengampunan-Nya memulihkan kita dari akar terdalam, agar hidup kita tidak lagi menghasilkan keguguran, melainkan buah-buah berkat  
yang menghidupkan sesama, Amin. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)