Back   
MEMBENARKAN ORANG BERDOSA
(Roma 4)
Pernahkah Anda merasa bersalah? Mungkin Anda mengingat suatu tindakan yang pernah Anda lakukan yang merugikan orang lain atau mempermalukan diri sendiri. Bagaimana Anda menekan perasaan itu? Saya sendiri berusaha mengingat hal-hal baik yang saya sudah lakukan untuk menghibur diri saya. Barangkali Anda juga begitu atau tidak. Mungkin Anda mulai memikirkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri Anda. Atau, kita mulai mencari kambing hitam untuk disalahkan.
Ketika berhadapan dengan Allah, kita tidak dapat berkutik. Dosa dan pelanggaran yang kita lakukan, baik tersembunyi atau tidak, harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Saya harap kita semua masih merasa tidak nyaman ketika jatuh dalam dosa. Sebab jika tidak demikian, hati nurani kita boleh dipertanyakan. Hati kita seharusnya merasa bersalah, merasa jijik, dan merasa malu ketika mengingat dosa-dosa kita yang kita kerjakan secara terang-terangan di mata Tuhan. Kita telah menentang kehendak Allah yang telah menciptakan, memelihara, serta berkuasa atas hidup kita melalui dosa-dosa kita. Kita pantas dihukum seberat-beratnya.
Namun, saya tidak ingin kita berhenti sampai di rasa bersalah. Di sinilah perikop yang kita baca memberikan kita Kabar Baik. "Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya." Paulus menjelaskan kepada kita bahwa pengampunan dosa tersedia bagi kita yang percaya kepada Kristus. Iman yang sama yang dimiliki oleh Abraham dan Daud, sekarang kita pun mewarisinya. Iman yang percaya, bukan pada perbuatan baik kita, tapi pada janji pengampunan Allah. Iman yang percaya bahwa kita dibenarkan bukan atas dasar apa-apa saja yang sudah kita perbuat bagi Allah dan orang lain, tapi atas dasar kematian dan kebangkitan Kristus.
Ketika mengingat kebenaran Injil, bahwa kita dibenarkan oleh iman kepada Yesus, ada penghiburan sejati bagi jiwa yang merasa bersalah. Kita tidak lagi menghitung jasa-jasa kita supaya merasa diri tidak terlalu berdosa, tapi kita mulai mengingat jasa-jasa Kristus yang membenarkan kita, orang berdosa ini. Kita tidak lagi mencari kambing hitam untuk kesalahan kita, tapi dengan jujur mengakui dosa kita pada Allah dan percaya bahwa Dia pasti mengampuni kita dalam Kristus. Kita sekarang punya harapan menjadi pribadi yang lebih baik, bukan karena meyakini kekuatan diri sendiri untuk bertobat, tapi percaya bahwa Allah yang membenarkan kita juga mampu membaharui hidup kita.
Mari periksa diri kita masing-masing. Apakah saya percaya pada perbuatan saya sendiri untuk membenarkan diri saya atau saya percaya pada karya Yesus untuk membenarkan diri saya? (HDM)