preloader
  Back   

BERHARAP KEPADA TUHAN

“Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu” (Yesaya 49:23)

Yesaya 49:23 menggambarkan suatu pengharapan yang indah. Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketika kita menaruh harapan kepada Tuhan, kita tidak sedang berharap kepada sesuatu yang sia-sia. Mungkin keadaan belum berubah, doa belum terjawab, dan pertolongan belum terlihat, tetapi Tuhan tetap bekerja dalam waktu dan cara-Nya.

Sering kali kita merasa malu atau kecewa karena apa yang kita harapkan belum terjadi. Kita melihat orang lain sudah mengalami keberhasilan, sementara kita masih menunggu. Namun Tuhan berkata bahwa orang yang menanti-nantikan Dia tidak akan mendapat malu.

Menunggu Tuhan bukan berarti Tuhan tidak peduli; menunggu adalah proses belajar percaya bahwa Tuhan mengetahui waktu dan jalan yang terbaik. Apa yang tampak sebagai penundaan bagi kita, dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar percaya dan tetap berpegang pada kesetiaan Tuhan.

Karena itu, jangan berhenti berharap kepada Tuhan hanya karena keadaan belum sesuai dengan doa kita. Tetaplah percaya, tetaplah berdoa, dan tetaplah berjalan dalam kebenaran. Tuhan tidak meninggalkan orang yang menaruh harap kepada-Nya, dan pengharapan kepada-Nya tidak akan berakhir dalam kesia-siaan.

Jika hari ini kita sedang menunggu jawaban Tuhan, katakan dalam hati: “Tuhan, aku mungkin belum melihat jalan keluarnya, tetapi aku percaya Engkau tetap bekerja. Aku memilih untuk tetap berharap kepada-Mu.”

Pada waktu dan cara-Nya, Tuhan akan menyatakan kesetiaan-Nya. Sebab orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan mendapat malu, Amen. Tuhan Yesus memberkati. (EN)

Share